OCD: Semua orang datang ingin merubah dunia

Saya tidak akan bercerita banyak tentang bagaimana ini di mulai. Intinya, client kesurupan dalam sebuah masjid di bilangan Bekasi. Dari kasus tersebut, diketahui client bukan mengalami fenomena kesurupan, walaupun tingkahnya mirip. Melainkan berada dalam kondisi #DEPRESI.

Depresi dan OCD (obsessive compulsive disorder).

Menurut orang tuanya, sebenarnya gejala ini sudah lama terjadi. Dan sudah pernah juga dilakukan pengobatan secara medis, termasuk memberi obat penenang pada yang bersangkutan. Namun belum menunjukkan perubahan. Puncaknya ya, tadi seolah kesurupan di Masjid. NgoceH dan berteriak-teriak..

Pada sesi awal, akar masalah sudah mulai terkuak. Kondisi depresi tersebut telah terpicu sejak lama. Akibat pola asuh dan kondisi kehidupan keluarga yang tidak kondusif.

Tidak ada yang salah sebenarnya. Semua memiliki cinta yang besar terhadap keluarga. Namun cara mengapikasikanna saja yang kurang tepat!!

Dalam pengasuhan, kedua orang tua mempunyai karakter berbeda dan mempunyai persoalan yang terpendam sejak lama. Masalah yang telah terlupakan namun masih mengakar kuat di bawah sadar..

Sisi lain, atas dorongan kasih sayang, kedua orang tua berharap anak-anak mereka maju dan sukses sesuai asumsi dan pikiran mereka. Puncaknya, mereka berjuang membentuk anak-anaknya sebagai mana persepsi dan asumsi masing-masing. Dan kehendak ini mereka aplikasikan dalam pola asuh. Dengan style dan gaya masing-masing.

Dari luar, kondisi keluar terlihat cukup baik-baik saja. Namun seperti api dalam sekam, yang setiap waktu dapat terbakar.

Dan suasana ini yang menjadi pembentuk kejiwaan anak-anak mereka. Bertumbuh dalam sebuah kondisi medan perang yang tidak terlihat.

Pada sesi selanjutnya, disepakati untuk menyelesaikan akar masalah itu sendiri. Selain merehabilitasi anak yang depresi. Maka diputuskan seluruh anggota keluarga (ayah dan ibu, ketiga anak) ikut menjalani proses konseling di Klinik.

_____// Tahukah anda? Lingkungan adalah pembentuk anda. Hal ini terjadi karena di picu faktor kebutuhan dan kehendak.

System syaraf itu tumbuh dan berkembang karena di picu oleh kebutuhan dan kehendak. Neuroplastisitas!!.. Dan ini yang membuat anda sebagai apa.

Neuroplastisitas juga yg memungkinkan manusia bertranformasi, berevolusi, hingga bisa ini dan itu. Baik hal sederhana maupun yang terkesan ajaib.
Neuroplastisitas juga yg membuat manusia bisa berjalan tegak dengan kedua kaki. Ada kebutuhan dan kehendak di dalam nya. Karena di picu contoh oleh lingkungan.

Begini analoginya; Jika manusia sejak lahir di tinggal d hutan di asuh monyet, maka pasti akan berjalan dan bersikap seperti monyet. Jika di asuh oleh ular, maka melata lah cara berjalan. Kenapa? Karena itulah contoh yang diberikan lingkungan untuk memicu sistem syaraf terbentuk.

Jadi, tidak ada kehendak yang memicu system syaraf untuk berkembang memunculkan kemampuan untuk berjalan tegak.

Begitulah secara sederhana system syaraf terbentuk!.. Dan kemampuan manusia itu sangat tergantung dengan system syarafnya. Baik kemampuan yang terlihat maupun tak terlihat. Termasuk cara berpikir dan lainnya.

Masalah terbesar, lingkungan juga berkonstribusi memberi input negatif dalam sistem neuroplastisistas.. Bahkan membuat kabel-kabel halus dalam otak itu kusut masai dan salah koneksi.

____// Kembali ke topik; Ada sebuah kecendrungan berpikir manusia dan ini sering terjadi. Bahwa upaya yang sering dilakukan manusia adalah keinginan mengubah dunia. Ingin mengubah segala sesuatunya.

Dan itu juga terjadi pada keluarga tersebut!!.. Semua datang dan mempunyai motivasi masing-masing dari rumah. Yakni; ingin lingkungannya berubah. Sang Ayah ingin, ibu dan anak-anaknya berubah. Ibu ingin ayah dan anak-anaknya berubah. Anak-anak ingin kedua orang tua dan saudara-saudaranya berubah.

CENDERUNG MELIHAT KELUAR, BUKAN KEDALAM!!… CENDERUNG INGIN MERUBAH BUKAN BERUBAH!!..

Masalahnya, kita tidak bisa mengubah dunia. Tapi kita bisa mengubah diri kita agar selaras dan sinkron dengan dunia. Dan kesadaran ini kunci keberhasilan dari perubahan yang sebenarnya.

Tinggalkan komentar