Parfum Feromon – Godlike Hypno Pheromones

Parfum

Feromon

Godlike Hypno Pheromones

Parfum Feromon

Godlike Hypno Pheromones

Tahukan anda, bahwa kehidupan ini adalah tentang sensasi. Berbagai bentuk rasa tersebut pada dasarnya merupakan sebuah kondisi otak! Walau pun saat anda jatuh cinta dada anda berdegub kencang! Itu hanya efek dari perubahan kondisi otak bray..

Orait, kita langsung saja berbicara ke inti. Tentang Parfum Feromon! Tentang sebuah kekuatan suatu aroma yang mampu menstimulasi sistem syaraf melalui indera penciuman. Sehingga mempengaruhi kondisi emosi dan mental.

Khusus tentang apa itu Feromon anda bisa baca artikel kami; Feromon – Rahasia Minyak Pelet Kuno itu

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa sebagian besar psikologi dan respon manusia dapat dipicu oleh bebauan. Misalnya, aroma masakan rendang mungkin mengingatkan Anda tentang masakan yang dibuat ibu Anda dan itu membuat Anda rindu kampung halaman, atau bau wewangian yang mengingatkan Anda kepada orang yang sudah lama pergi.

Atau coba anda fikirkan tentang kencendrungan mahluk hidup menciumi lawan jenisnya. Ini bukan tanpa alasan! Ada semacam zat kimiawi alami yang memicu. Sehingga memunculkan dorongan untum mencium.

Tidak hanya itu, kita juga sangat memahami kekuatan bau secara tidak sadar, para ilmuwan telah menemukan bahwa perilaku kita juga dapat dipicu oleh serangkaian bebauan. Dan itu tidak kita sadari juga. Bau ini, tidak mampu kita sadari pada tingkat kognitif. Inilah menjadi pokok penjelasan yang mendasari objek, perkawinan, dan ritual manusia lainnya.

Feromon adalah sebuah fenomena yang dikenal di dunia serangga dan hewan. Sekresi yang dihasilkan oleh serangga dapat melakukan beberapa hal, seperti menandai wilayahnya untuk memberi peringatan spesies lain jika masuk ke wilayahnya tanpa izin, dan menciptakan aroma yang menarik lawan jenis agar membuat calon pasangan lebih jinak atau bersedia kawin.

Hewan dan serangga sangat ahli mendokumentasikan peran bahan kimia ini dalam segala hal. Mulai dari menandai jejak madu sampai siklus reproduksi monyet. Peneliti mulai menyelidiki fenomena ini pada manusia dan menciptakan serangkaian mengejutkan dari penemuan.

Karena feromon tidak mampu terdeteksi sebagai aroma secara sadar, maka sangat sulit untuk mempelajari efeknya pada manusia. Sebagian besar penelitian kepada manusia dilakukan melalui pelaporan secara lisan atau pengujian observasional.

Studi-studi ini memunculkan penemuan VNO, yaitu organ vomeronasal yang terletak pada hidung atau mulut. Organ ini mampu mendeteksi bau dan keluar-masuk informasi ke otak dengan cara bawah sadar.

Cara kerja VNO ditemukan pada bayi, dimana bisa mengenali bau selimut yang telah disentuh oleh ibunya. Meskipun bayi tidak memiliki pemahaman tentang bau secara sadar. Berbekal teori ini, peneliti mulai menguji bau berbeda dan cairan disekresi oleh pria dan wanita untuk menemukan peran yang mereka mainkan dalam kehidupan sehari-hari.

Feromon manusia sampai sekarang masih menjalani kajian ilmiah dan sedang dalam proses studi banding, dimana hasil dari penelitian masing-masing ilmuwan saling dicocokkan.

Namun, data awal membuktikan bahwa bahan kimia ini memang memainkan peran besar dalam daya tarik, hasrat, keinginan, dan pilihan. Studi menunjukkan pria/wanita yang memancarkan bahan kimia alami ini ditemukan lebih mampu menarik lawan jenisnya. Ini mengungkapkan bahwa ada sesuatu dalam ‘aroma tak kasat mata’ yang memikat lawan jenisnya. Sehingga pria/wanita menganggap lawan jenisnya lebih “ganteng”, “cantik”, atau “seksi”. Atau setidaknya memunculkan sensasi nyaman dan ingin dekat-dekat selalu. Anjay dach…

Feromon juga memainkan peran dalam reproduksi manusia. Ketika seorang wanita berada dalam masa subur, ada bahan kimia yang dilepaskan tubuhnya. Sehingga membuat pasangannya berhasrat untuk berhubungan seks, juga berlaku pada hewan.

Meskipun laki-laki mungkin tidak menyadari secara sadar, mengapa mereka tiba-tiba ingin berhubungan seks dengan lawan jenisnya, bahan kimia inilah yang mengambil peran dalam hasrat itu. Studi juga telah menunjukkan adanya reseptor sebagai bagian dari dasar biologis untuk homoseksualitas. Dalam beberapa penelitian, pria homoseksual merespons feromon tertentu dengan cara yang sama seperti wanita heteroseksual. Ini menambahkan daftar penting untuk meneliti teka-teki yang jauh lebih besar dari orientasi seksual manusia.

Feromon juga menjadi rahasia yang selama ini terpendam dalam misteri kekuatan minyak pelet. Kebijaksanaan kuno memanfaatkan aroma tertentu untuk memunculkan sensasi daya tarik dan rasa nyaman.

Tidak ada yang ajaib sebenarnya, saat anda memahami cara kerjanya. Termasuk minyak pelet yang memanfaatkan fenomena keajaiban semesta. Khusus dalam memunculkan sensasi rasa hingga sebuah kondisi.

Termasuk sejarah hingga terciptanya Parfum Feromon – Godlike Hypno Pheromones. Kami memanfaatkan berbagai keajaiban aroma tertentu untuk memunculkan sensasi rasa dan kondisi dalam otak manusia.

Tidak hanya itu, kami mengkombinasikannya dengan wewangian khas yang menciptakan kesan elegant, sensual dan bertahan lama. Ini memungkinkan anda untuk menggunakan dalam setiap aktifitas yang mendongkrak rasa percaya diri dan respek publik.

Aroma khas Godlike Hypno Pheromones dibuat untuk mereka yang terobsesi dengan daya tarik magis dalam peradaban modren!.. Sebuah perpaduan seni kebijaksanaan kuno dengan selera kaum kasta atas.

Ingredients MEN; Labdanum, Androtesteron Drive, Spot Booster Androstenol (MAN), Nutmeg, Ginger, 421 ALPHA SPOTs, Sandalwood, Patchouli, Vetiver, Woody Notes, Grapefruit, Pink Pepper, Lemon, Mint, Jasmine, Incense, Cedar, Amber, M19, C ALPA FORMULAYs, NeuGL1 DNA Personal Taste

Ingredients WOMEN; Violet Leaf, X Opulis Women, Blood Grapefruit, Alpha Spot, Gardenia, Ph Spot X, Jasmine, Wild Strawberry, Ultra Spot Sensitive, Musk, Vanilla Roosty Flower, Roosty Hormon Women, White Wood, NeuGL2 DNA Personal Taste

Godlike Hypno Pheromones

“Jangan buru-buru order jika anda belum tahu manfaatnya”