Apakah Saya Orang yang Spiritual?
Nomor 1. Tanyalah kepada diri Anda sendiri secara diam-diam; pertanyaannya: Apakah saya seorang spiritual? Kalau jawabannya “ya”, berarti Anda bukan seorang spiritual. Anda hanya ingin orang percaya bahwa Anda seorang spiritual. Bila jawabannya “tidak”, maka Anda mungkin seorang spiritual.
Nomor 2. Tanyalah kepada orang lain: Apakah saya dipandang sebagai seorang spiritual? Bila dijawab “ya”, sudah jelas bahwa Anda bukan seorang spiritual; orang lain yang percaya bahwa Anda seorang spiritual tidak otomatis menjadikan Anda seorang spiritual. Itu hanya imaji Anda saja. Jadi, jangan GR. Bila dijawab “tidak”, maka Anda mungkin seorang spiritual.
Nomor 3. Tanyalah kepada diri Anda sendiri: Apakah saya seorang yang taat beragama? Bila Anda jawab “ya”, berarti Anda bukan seorang spiritual karena seorang spiritual tidak akan peduli tentang beragama atau tidak. Bila Anda jawab “tidak”, maka Anda mungkin seorang spiritual.
Nomor 4. Tanyalah kepada orang lain: Apakah saya dianggap orang yang taat beragama? Apabila dijawab “ya”, maka Anda sudah pasti bukan seorang spiritual; seorang spiritual tidak akan menimbulkan kesan sebagai orang yang taat beragama tertentu. Apabila dijawab “tidak”, maka Anda mungkin seorang spiritual.
Nomor 5. Tanyalah kepada diri Anda sendiri: Apakah saya tahu Tuhan itu apa? Apabila Anda jawab “ya”, maka Anda bukan seorang spiritual; seorang spiritual tidak akan mengaku bahwa dia tahu Tuhan yang ada di luar segala batas dan definisi. Kalau bisa diketahui dan didefinisikan, maka itu bukan Tuhan. Apabila Anda jawab “tidak”, maka Anda mungkin seorang spiritual. Setidaknya, Anda membuka kemungkinan bagi Tuhan untuk menjadi Tuhan.
Nomor 6. Tanyalah kepada orang lain: Apakah orang lain percaya Anda tahu tentang Tuhan?” Apabila jawabnya “ya”, jelas Anda bukan seorang spiritual. Anda hanya bisa menyebarkan konsep tentang Tuhan yang didefinisikan oleh manusia-manusia lain, atau bahkan oleh Anda sendiri. Konsep itu sendiri bukanlah Tuhan. Apabila jawabnya “tidak”, maka Anda mungkin akan menjadi seorang spiritual sebab Anda akan mengerti sendiri tentang sesuatu yang tidak bisa dimengerti kecuali dialami sendiri; tentang Tuhan sebagai sesuatu yang tidak bisa didefinisikan dan diajarkan kecuali dialami oleh masing-masing pribadi.
Empat puluh sembilan (49) artikel dan tanya-jawab yang menjadi isi buku ini ditulis dalam kurun waktu kurang lebih setahun antara Maret 2007 sampai dengan Maret 2008, semua pernah dipublikasikan di berbagai milis berbahasa Indonesia di internet. Pelangiku Warna Ungu adalah judul yang saya pilih karena ungu adalah warna mata ketiga, mata batin. Mata batin seperti apa, tentu saja definisinya berbeda-beda, dan itu dibahas secara panjang-lebar dalam berbagai artikel dan tanya-jawab di buku ini yang bisa dibuka dan dibaca dari bagian mana saja. Tidak ada yang lebih dahulu, dan tidak ada yang lebih belakangan. Anda bisa buka bagian mana saja dan mulai membaca, karena setiap artikel dan tanya-jawab itu merupakan satu tulisan utuh.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. Bisa bahasa Indonesia baku, Inggris, Jakarta, Jawa, dan berbagai istilah sehari-hari yang diambil dari bahasa pergaulan kota metropolitan Jakarta. Buku ini memang berlandaskan pada kemampuan komunikasi agar kita bisa merasa dan mengerti bahwa segalanya itu memang menyambung. Tidak ada pengalaman yang berdiri sendiri; yang seolah-olah berdiri sendiri itu adalah simbol belaka, yang bisa muncul secara acak di dalam kesadaran tiap manusia. Dan manusia yang menyadari munculnya simbol-simbol tertentu di kesadarannya akan tergugah untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah saya memang seorang diri? Apakah orang lain merasakan hal yang sama? Atau, bahkan mungkin, muncul pula pertanyaan: Apakah saya gila?
Buku ini mencoba menjawabnya satu per satu. Bukan dengan membawakan suatu teori baru yang komprehensif dan mencakup segalanya, melainkan menawarkan suatu alternatif penjelasan bahwa segala yang berada dalam kesadaran manusia selalu berkaitan dengan manusia lainnya. Dan karena ini mencakup kesadaran dan interpretasinya, maka agama dan sistem kepercayaan (belief system) mau tidak mau akan berperan menentukan. Seperti apakah agama itu sebenarnya di dalam kesadaran manusia? Apakah agama saya menyebabkan saya menjadi seorang individu terpisah yang memiliki kapling di surga sedangkan tetangga saya yang beragama beda akan pasrah untuk dilemparkan ke neraka?
Seluruhnya ada 27 tanya-jawab dengan orang yang berbeda. Perempuan dan laki-laki, tua dan muda, serta latar belakang agama maupun etnik yang berbeda. Peran saya di sini sebagai fasilitator dan sparring partner bagi rekan-rekan di seluruh Tanah Air yang telah secara terbuka dan jujur membagi isi hati dan pikiran sehingga bisa tertuang dengan jelas sekali dalam percakapan-percakapan, bahkan yang telah memberi begitu banyak inspirasi yang mendorong saya untuk tanpa ragu-ragu menulis 22 artikel yang ditempatkan di bagian pertama buku ini. Kepada semua rekan, yang tentu saja tidak bisa saya sebutkan namanya satu per satu itu, buku ini saya persembahkan. My love and gratitude goes to all of them.
Leonardo Rimba
Daftar Isi
Pengantar
Banyak Jalan Menuju Tuhan
Apakah Saya Orang yang Spiritual?
Dasar-dasar Komunikasi Empatik
Di Taman Firdaus Tak Ada Pernikahan
Kisah Si Bunglon di Astana Giri Bangun
Arti Simbolik Huruf Alif
Sebuah Pesan Natal
Malam Kudus Sunyi Senyap
Masturbasi Spiritual
Be Ye Transformed by the Renewing of Your Mind!
Carl Gustav Jung dan Higher Spirit
Makhluk Halus dan Belief system
Dialektika Intuisi-Naluri
Spiritualitas dan Sensualitas
Rasio dan Emosi
Paranormal Itu Tidak Normal
Mantra Gayatri
Pengalaman Religius Menurut William James
Di Manakah Tuhan?
Apakah Doa itu?
Pendekatan Unity vs Pendekatan Duality
Spiritualitas Sangat Berkaitan dengan Seksualitas
Menurutku Aku Feminin?
Perjalanan Menuju Yang Ungu, Yang Satu
Agama Adalah yang Anda Sebut Agama
Makna Lintas Agama
Mata Ketiga dan Meditasi
Out of Body Experience (OOBE)
Ada Benang Merah antara Roh dan Jiwa
Meditasi di Kelenjar Pineal
Bertemu Lord Ganesha di Wihara Budhis
Kita Menjadi Inkarnasi Siwa
Eling lan Waspada (Aware and Alert)
Kepada Mereka yang Minta, Bagikanlah!
Transpersonal Adalah Pendekatan Lintas Agama
Kontak Batin atau Empati
Aku Tidak Pernah Berpikir tentang Menghitung Hari
Fungsinya Bukan untuk Melihat Gendruwo
Darmagandhul
Bagaimana Melihat Nur Muhammad?
Bukan untuk Komunikasi dengan Demit
Tidak Menikah dan Belief system
Mata Ketiga Adalah Mata Batin
Mata Ketiga dan Kehidupan Rumah Tangga
You are a Black Prince turning to be a Prince of Light
Spiritualitas Alamiah dan Energi Penyembuhan
Kerja Mata Ketiga
Mata Ketiga dan Kegunaan Praktisnya
Kepekaan mengenai Mata Ketiga
Mata Ketiga dan Pencarian Jati Diri
Apakah Ini Semedi?
Spiritualitas Plural Seorang Leonardo Rimba
Tentang Pengarang