Malaikat Maut - Pencabut Nyawa

Mengungkap Rahasia Kematian & Potensi Imortalitas Manusia

Sepanjang sejarah peradaban manusia dalam beberapa dekade berkesimpulan bahwa; akhir dari hidup adalah kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Dan menjadi tujuan dari kehidupan itu sendiri.

Seringkali, saking pentingnya kematian, manusia bahkan abai pada nilai-nilai kehidupan itu sendiri. Duniawi malah dianggap sebagai sesuatu yang tidak begitu penting. Sesuatu setelah kematianlah tujuan manusia itu hidup.

Berbagai agama, aliran spiritual, ideologi-ideologi, tidak secara tegas mengkuduskan kehidupan. Semua sepertinya kompak menskakralkan sesuatu yang diatas atau diluar eksistensi duniawi atau kehidupan manusia itu sendiri. Cenderung memanivestasikan kehidupan untuk kematian.

Tidak salah memang, mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Yang memang sepanjang sejarah peradaban manusia selama ini, menjadi sesuatu yang pasti. Namun, konsentrasi pada sesuatu setelah mati sering kali terjebak untuk benar-benar menjalani hidup sebagaimana mestinya. Membuat nilai-nilai kehidupan seolah tidak memiliki arti. Kualitas kehidupan seperti sesuatu yang tidak begitu penting ketimbang kematian yang masih berada dalam ranah asumsi.

Rahasia kematian; mendorong ide dan gagasan manusia untuk melahirkan berbagai asumsi. Asumsi-asumsi yang kemudian diyakini sebagai kebenaran. Ini juga yang menjadi rahasia, ada begitu banyak agama-agama dan aliran spiritual. Mendapat tempat spesial dalam tatanan kehidupan sosial manusia.

Kematian yang sakral kemudian membuat manusia mengagungkan malaikat maut dan atau dewa-dewa pencabut nyawa. Agama-agama besar yang memiliki pengikut luar biasa banyak di dunia, seperti Kristen, Islam, Hindu, Budha, menyebutkan bahwa; makna tertinggi eksistensi kehidupan manusia ditentukan setelah kematian. Kematian adalah sesuatu yang vital dan positif bagi kehidupan itu sendiri.

Manusia percaya bahwa kematian adalah sebuah ketetapan dari Tuhannya. Dan kematian itu sendiri adalah proses sakral dan penuh makna. Jadi, saat-saat manusia sekarat menuju kematian, adalah saatnya memanggil rabbi, pendeta, tokoh agama, dukun, untuk membimbing menuju kematian yang baik dan sempurna.

Agama-agama dan berbagai aliran spiritual; boleh dikatakan memiliki kesamaan. Yakni menjual rahasia kematian itu sendiri. Sesuatu setelah kematian adalah energi penentu eksistensinya.

Coba anda bayangkan jika agama-agama dan aliran spiritual itu berada dalam dunia tanpa kematian. Yang artinya, tidak ada konsep surga, neraka, reinkarnasi atau akhirat???…

Kematian Menurut Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan sering beda pandangan. Termasuk dalam sistem keyakinan kematian. Sains modern tidak menganggap kematian sebagai misteri metafisik. Alih-alih berpandangan kematian sebagai puncak makna kehidupan, sains modern memastikan bahwa kematian adalah sebuah masalah teknis. Yang tentunya bisa dan seharusnya dipecahkan.

Dalam banyak sistem keyakinan, ada banyak kisah yang menggambarkan tentang kematian. Seperti sosok berjubah hitam dan bertudung. Tangannya memegang sebuah pengait dengan ujung seperti celurit, tajam berkilat. Manusia digambarkan tidak memiliki daya dan upaya, saat sang pencabut nyawa datang. Bagi yang memiliki banyak catatan kebaikan dalam kehidupan, sosok tersebut seperti bersahabat.

Dan bagi pendosa, sosok pencabut nyawa itu muncul berwajah seram. Proses kematian digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan. Sosok itu muncul dihadapan manusia. Menepuk pundak dengan jari kurus berkuku panjang, sembari berkata, “Ayo!” Dan manusia tidak siap. Memohon-mohon untuk ditangguhkan kematiannya; “Please… Jangan sekarang. Tolong.. Tunggu setahun lagi, sebulan, atau sehari lagi!” Namun, sang pencabut nyawa tidak memiliki toleransi. Suaranya menggelegar. “Tidak! Waktu mu sudah habis. Kau harus ikut SEKARANG!” Dan, begitulah manusia mati.

Tapi, dalam realitas, manusia tidak mati seperti itu. Bukan karena sosok berjubah yang seram dengan senjata pengait yang tajam berkilat. Yang menjalankan tugasnya atas dasar ketetapan Tuhan atau Dewa. Atau kematian sebagai sesuatu dari rencana kosmis yang telah ditentukan waktu dan tempatnya.

Ilmu pengetahuan melihat, kematian sebagai fenomena adanya kesalahan secara teknis. Ada penyebab yang membuat manusia mati. Jantung berhenti memompa darah. Arteri utama tersumbat oleh timbunan lemak. Sel-sel kanker menyebar di hati. Kuman berbiak di paru-paru.

Lalu, apa yang menjadi penyebab dari semua masalah teknis itu? Sains modern melihat; Jantung berhenti memompa darah karena tidak cukup oksigen yang mencapai otot jantung. Sel kangker menyebar karena mutasi genetik tiba-tiba menulis ulang instruksi mereka. Kuman menghuni paru-paru karena seseorang bersin di ruang publik.

Tidak ada yang metafisik dalam hal ini. Semua adalah masalah tehknis. Dan setiap masalah teknis memiliki potensi solusi secara teknis pula.

Potensi Imortalitas Manusia

Sejarah mencatat, hal-hal yang mungkin terlihat sederhana saat ini, bisa jadi sesuatu yang tidak mungkin dimasa lalu. Artinya, hal-hal yang tidak mungkin dimasa kini, adalah sesuatu yang mungkin dimasa depan. Tidak ada yang mustahil saat orang-orang mulai berpikir kearah sana. Demikian juga tentang mengatasi kematian.

Saat manusia dapat mengatasi masalah teknis penyebab kematian, maka sudah pasti dapat mempertahankan kehidupan. Saat manusia mampu merekayasa sel-sel maka sudah pasti mampu memperbaiki kerusakannya.

Mungkin masih jauh. Tapi perkembangan pemikiran manusia saat ini mengalami percepatan yang luar biasa. Berbagai temuan baru, mendukung pemikiran, ide gagasannya manusia lainnya.

Tentang imortalitas bukan sesuatu yang baru. Dibalik ruang-ruang laboratorium, para ilmuan telah memulai proyek-proyek ini. Telah menginvesatikan waktu, keahlian, pikiran, dan biaya besar untuk mengatasi hal-hal teknis penyebab kematian.

Mungkin sebagian dari anda masih menganggap hal itu tidak mungkin. Itu boleh-boleh saja. Sama seperti bagaimana para rohaniawan masa lalu menyebutkan bahwa kematian ribuan manusia karena wabah virus adalah kemarahan para dewa-dewi. Dimana untuk mengatasinya dengan melakukan ritual sakral dengan berbagai gaya. Lalu dijawab oleh Sains dengan ditemukannya vaksin imuniasi.

Manusia modern saat ini, mungkin tidak berpikir bahwa virus campak dan kolera sebagai sesuatu yang seram. Bukan sebagai virus yang mematikan. Tapi berbeda bagi manusia masa lalu. Virus campak dan kolera adalah malaikat pencabut nyawa yang marah dan dapat mencabut nyawa ratusan bahkan ribuan manusia dalam waktu semalam.

Untuk imortalitas, anda boleh mulai berdoa. Dimana suatu saat nanti, akan dijawab oleh Sains Modern. Sebuah ilmu yang mampu mengatasi hal-hal tehnis penyebab kematian dan rekayasa sel-sel fisik manusia.

1 komentar untuk “Mengungkap Rahasia Kematian & Potensi Imortalitas Manusia”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *