godlike

Ilmu Pelet Level Dewa – Godlike Part 3

GODLIKE – ILMU CINTA LEVEL DEWA, CARA KERJA PELET!

Saya belum akan berbicara lebih jauh tentang GODLIKE. Namun, akan membahas point penting bagaimana daya tarik (system magnetic) itu bekerja pada manusia. Hakikat ilmu pelet-memelet!!….

Tentang bagaimana manusia bisa terlihat menarik atau tidak menarik. Lalu bagaimana cara pelet itu sendiri.

Benarkah manusia terilhat apa adanya? Benarkah kita benar-benar telihat seperti dalam di cermin dalam pandangan mata dunia?? Nehi.. Nehi.. Aca.. Aca… Tidak sepenuhnya begitu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi…

Pertama – Kita bangkitkan dulu kesadaran, bahwa; Manusia itu, melihat bukan hanya melalui indra penglihatan mata saja. Sadar atau tidak sadar, fikiran, rasa, dan alam bawah sadar pun ikut melihat/merekam informasi objek yang dilihat.

Visualisasi seseorang yang ditangkap oleh mata dan di proyeksi ke dalam otak berupa gambar dalam bentuk visik seperti nonton tv itu, telah dipengaruhi beberapa faktor diatas.

Gambaran dalam bentuk fisik, akan dipengaruhi imaginasi, fantasi hingga berbagai asumsi. Pikiran memang cenderung liar dan bekerja diluar kendali. Sehingga seringkali dalam mendefenisikan suatu objek bukan beradasarkan realitas. (Yess… ini celah itu)

Kedua – Kita bangkitkan juga kesadaran, bahwa; kamu pun \terlihat tidak sepenuh nya dari bentuk visik semata. Ada berbagai faktor yang ikut menciptakan visualisasi. Salah satunya yang paling dominan adalah kondisi emosi dan mental (bathin).

Itulah kenapa, ketika kamu dalam kondisi tidak percaya diri, maka publik dapat menangkap informasi tersebut. Kamu akan terlihat lebih jelek dari sebenarnya. Dan begitu juga sebaliknya. Kemampuan menangkap informasi tersebut dinamakan intuisi, dan disadari atau tidak ini adalah kemampuan dasar manusia.

Orang-orang yang telihat menarik itu, pada dasarnya karena mereka merasa bahwa dirinya menarik. Kondisi emosi dan mental (bathin) ini ditangkap oleh publik. Fikiran, rasa, dan alam bawah sadar publik merekam sangat jelas informasi ini. Lalu di proyeksi ke dalam otak yang kemudian terlihat secara visual.

Perlu juga diketahui, bentuk fisik yang terlihat di luar sana itu, adanya dalam fikiran mu. Visual atau gambarnya ada dalam otak mu, dalam batok kepala mu.

Artinya, apa pun yang terlihat seolah diluar sana, tetap prosesnya terjadi dalam otak. Mata menangkap sinyal tersebut lalu di proses menjadi visual dalam otak.

Jadi, selain sinyal visual, otak juga memproduksi semacam deskripsi objek yang dilihat. Sehingga menimbulkan semacam sensasi atau pesan informasi.

Disini pikiran akan memainkan perannya. Lalu memberi semacam kesimpulan bahwa; Hal yang terlihat itu, menarik atau tidak. Bagus atau buruk.

Bahkan saking dominanya peran pikiran, sadar dan bawah sadar dalam menilai sebuah objek, maka hasil yang terlihat antara satu manusia dan manusia lain akan berbeda. Mungkin orang lain berpendapat visualisasi seseorang itu jelek, namun bagi diri mu bisa saja terlihat menarik.

Malah terkadang, indera penglihatan berupa mata akan kalah oleh dominasi pikiran dalam mendeskripsikan suatu objek. Malah cenderung tidak logis. (ini celah kedua bray…)

Oke, sekarang kita berbicara bagaimana ilmu pelet bekerja mempengaruhi penglihatan?

Pelet secara umum dianggap bekerja dengan kekuatan magis. Bermain dalam ranah ghaib. Atau minimal ada energi yang ikut bermain didalamnya.

Pendapat tersebut tidak salah. Namun cara kerjanya, seringkali jauh berbeda dengan asumsi yang selama ini berbedar ditengah publik.

Dalam dunia pelet, sebenarnya, kita bukan mempengaruhi orang sehingga mampu merubah penglihatannya tentang kita. Melainkan kita menginduksi diri (otak) kita untuk berubah. Sehingga menumbuhkan sikap percaya diri. Rasa percaya diri tersebut akhirnya membuat kita merasa menarik. Kondisi emosi dan mental ini kemudian memancar kesetiap orang yang melihat kita. Termasuk target yang dipelet. Ada sistem keyakinan yang berkerja disini.

Kalau lah bisa mempengaruhi orang dalam melihat, maka para akar pelet akan menentukan pelet semaunya. Bisa RAISA atau AGNEZ MO lah yang menjadi target utama.

Tapi masalahnya, cara kerjanya kan bukan begitu. RAISA atau AGNEZ MO tak pernah melihat para pakar pelet itu sendiri. Sehingga, mana mungkin terinduksi dengan pesona atau energi pelet tersebut. Perlu adanya interaksi antara yang dipelet dan yang memelet!!…

ORAIT BEIBEH!!.. Dari deskripis sebagai mana ditulis diatas, hal terpenting yang menjadi kesimpulan adalah; Selain apa yang dilihat secara fisik, seseorang itu sejatinya telah menjelma pula dalam fikiran.

Jelmaan itu lah yang hidup dan menguasai pikiran. Bentuknya seperti hantu. Tidak nyata. Namun selalu ada. Bahkan terkadang, terekam kuat dalam memori, sering masuk dalam mimpi. Jelmaan visual tersebut lebih kuat mencengkram. Lebih intens. Durasinya, jauh melebihi kenyataan.

Disadari atau tidak, kita itu pada dasarnya, lebih banyak hidup bersama hantu jelmaan tersebut, dibanding dengan yang nyata. Menghantui!!…

Begitu pula sebaliknya, ada banyak hantu mu yang hidup difikiran orang lain. Mungkin juga hidup didalam fikiran mantan-mantan mu.

Inilah hakikat pelet itu!!!…

Oke, kita kembali kelandasan awal bahwa; seseorang terlihat tidak sepenuh nya dari bentuk fisik semata. Ada berbagai faktor yang ikut menciptakan visualisasi. Salah satunya yang paling dominan adalah kondisi emoasi dan mental. Itulah kenapa, ketika kamu dalam kondisi tidak percaya diri, maka publik dapat menangkap informasi tersebut. Kamu akan terlihat lebih jelek dari sebenarnya. Dan begitu juga sebaliknya.

Orang-orang yang telihat menarik itu, pada dasarnya karena mereka merasa bahwa dirinya menarik. Ini adalah point pentingnya.

Nah disinilah pada dasarnya kita bisa menciptakan hantu diri kita sesuai selera. Kita bisa ciptakan menjadi menarik atau tidak sama sekali. Kita bekerja kedalam bukan keluar. Kita menciptakan kondisi emosi dan mental kita sendiri, sehingga memancarkan pada orang-orang disekeliling kita, termasuk target.

Berbagai konsep mantra, rajah”, jimat, atau lainnya, pada dasarnya berfungsi membentuk hantu itu. Menginduksi pikiran sadar dan bawah sadar kita sendiri. Self Hipno. Sehingga tercipta kondisi emosi dan mental tertentu. SUGESTI!!…

Hantu yang tercipta dari kondisi emosi dan mental yang merasa yakin, percaya diri, dan serta menarik. Hantu itu muncul dari daya cipta pikiran yang tersugesti. Terpancar dan ditangkap publik.

Kondisi dimana kita yakin bahwa menarik dan mempesona bagi bagi target, menjadi nyata. Hidup di fikirannya. Menyentuh fikirannya. Sistem komunikasi bawah sadar menangkap ini dengan jelas.

NEUROLISM – Ilmu pelet pada dasarnya adalah alat untuk memicu sistem neuroplastisitas bekerja. Sistem keyakinan yang tertanam dalam pikiran melalui pelet bekerja membentuk kondisi emosi dan mental.

Dimana, neuron dalam otak, selain berfungsi menggerakkan seluruh angota tubuh itu, juga memunculkan semacam sinyal listrik yang tidak terikat ruang dan waktu. Dan itu seperti hantu. Mempunyai daya sentuh hingga ke fikiran terdalam orang yang terinduksi oleh mu.

Keyakinan, kondisi emosi dan mental mu, memicu kabel/neuron/syaraf dalam otak mu untuk memproduksi sosok maya mu. Dan itu hidup dalam fikiran orang yang terinduksi oleh mu.

Ya… Kita hidup berupa hantu dalam pikiran orang. Bentuk nya sama persis dengan kondisi emosi dan mental kita. Ketika kita merasa keren maka itulah yang ditangkap oleh pikiran orang lain. Dan itu terus menghantui.

Mungkin kita tidak bisa melihat dalam bentuk nyata, tapi impuls listrik yang dipancarkan system otak bekerja. Dan itu menginduksi… Dan ketahuilah yang tak terlihat itu lebih kuat mempengaruhi.

Kesadaran sering kali tidak mampu menolak dominasi 80% bawah sadar. Semakin berkelit, itu semakin membuat hantu itu menjadi kuat….

Jadi, sejati nya keajaiban itu adalah fikiran. Apa yang terlihat diluar sana itu, realnya ada dalam fikiran. Jadi bermainlah disana. Kita tidak bisa mengendalikan pandangan dunia terhadap kita, tapi kita bisa mengendalikan diri agar mampu membentuk sebuah citra bagaimana dunia melihat kita.

Percaya saja pada sistem neuroplastisitas dalam hal ini. Percaya pada fikiran mu, biar fikiran mu yang menginduksi otak untuk mewujudkannya. Membentuk, menyusun, dan membangun neuron/kabel/syaraf yang berfungsi untuk pekerjaan terlihat maupun tak terlihat. Membuat mu memancarkan sinyal pesona bebas kuota itu…

Saya menyebutnya, main di inti!!..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top