mitos

Mitos dan Entitas Imaginer Dalam Pikiran Manusia

MITOS – Manusia itu hidup dalam dua dunia. Realitas dan dimensi pikirannya. Keduanya berjalan seolah dalam satu. 

Dalam kehidupan realitas, manusia harus belajar segala sesuatunya. Hukum-hukum yang tentunya berlaku pasti. Seperti ketika ingin kaya dan sejahtera, maka kemampuan untuk dapat mengaplikasikan hukum-hukum ekonomi/ kapitalisme harus dimiliki.

Anda tidak akan bisa kaya jika menerapkan kebiasaan-kebiasaan orang miskin. Anda tidak akan benar-benar bisa kaya dengan hanya bekerja keras. Tahukah anda, mereka yang bekerja keras bahkan melebihi jam kerja normal manusia, pada dasarnya tidak pernah kaya. Orang kaya, adalah orang yang bahkan sebenarnya tidak bekerja, mereka  mempekerjakan orang-orang yang suka bekerja keras. Mereka membangun sebuah usaha dan mempertahankan manusia yang rajin dan pekerja keras.

Anda tidak akan benar-benar bisa kaya dengan waktu dan tenaga anda yang sama dengan setiap orang. Dalam 1 x 24 jam anda memungkinkan kerja sekitar 8 jam dan paling maksimal ditambah lembur 4 jam maka menjadi 12 jam. Mungkin anda bisa bekerja selama 24 jam, tapi setelah itu anda harus istirahat total yang juga akan menghabiskan waktu berikutnya. Jika anda tetap memaksa bekerja, anda bisa jadi sakit dan itu akan menghabiskan waktu dan biaya dari pekerjaan anda sebelumnya. Anda tidak bisa seperti mesin yang dapat bekerja 24 jam x 1 tahun.

Orang-orang kaya terkenal di dunia pada dasarnya bukan pekerja keras, mereka adalah orang-orang yang mempekerjakan para pekerja keras. Orang-orang kaya tidak menambah jam kerjanya untuk menghasilkan pendapatan lebih, tapi mereka menambah jumlah para pekerja keras.

Ini adalah salah satu gambaran dari realitas kehidupan manusia. Tentang hukum-hukum kehidupan yang berlaku pasti. Hukum yang terikat ruang dan waktu.

Kehidupan selanjutnya, adalah kehidupan dalam dimensi pikiran. Ini kehidupan manusia yang sangat berhubungan dengan sensasi. Disini juga hidup berbagai mitos dan entitas imaginer bentukan.

Manusia tidak perlu memiki segala sesuatu untuk menjadi kaya. Ini hanya soal sensasi. Dengan kehidupan sederhana apa adanya, manusia bisa merasa kaya. Manusia bisa merasa berkecukupan dan kaya dengan apa yang dimilikinya.

Dunia dalam dimensi pikiran manusia, berlakunya sangat pribadi. Jadi tidak ada standar dan barometer pastinya. Anda bisa merasa hebat, walau pun anda hidup dalam sebuah komunitas kecil. Bahkan sensasinya, bisa saja melebihi rasa yang mungkin dialami para politikus yang memimpin sebuah partai besar. Anda bisa merasa lebih berarti dari pada kehidupan para bintang yang secara ekonomi dan famor yang jauh melebihi pencapaian anda.

Peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh dimensi pikiran kolektif yang disini disebut sebagai sistem keyakinan. Nilai-nilai yang disepakati dimana adanya dalam dimensi pikiran semata. Seperti keyakinan bersama kita pada sesuatu, sehingga itu seolah berlaku dalam kehidupan realitas kita. Termasuk berbagai entitas imaginer, dimana juga seolah mempunyai energi atau daya yang terkadang melebihi kemampuan manusia. Dan atau setidaknya memiliki posisi sejajar dengan keberadaan manusia.

Baiklah, saya akan beri salah satu contoh gambaran tentang entitas imaginer yang memiliki daya dan pengaruh dalam kehidupan manusia; Korporasi!

Korporasi atau biasa disebut perusahaan, adalah entitas imaginer nyata kreatifitas pikiran manusia. Sebuah perusahaan dianggap ada, memiliki kewenangan dan hak kewajiban yang layaknya seperti keberadaan manusia/mahluk.

Bakrie Group (atau Kelompok Usaha Bakrie) adalah sebuah perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Achmad Bakrie di tahun 1942.

Tapi ketahuilah bahwa; Bakrie Group bukan lah Achmad Bakrie. Keduanya sangat berbeda. Ahmad Bakrie adalah seorang pengusaha, seorang manusia dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Sehingga, Achmad Bakrie bisa saja sakit, meninggal dunia, sama seperti manusia umumnya.

Sementara Bakrie Group berbeda lagi. Walau pun tidak terlihat secara fisik, keberadaannya diakui sebagai ada. Memiliki hak dan tanggung jawab, cenderung sama seperti manusia. Membayar pajak, hak perlindungan hukum, dapat ditutut jika dianggap bersalah, juga dapat memiliki status kepemilikan. Bisa memiliki inventaris berupa gedung kantor, memiliki karyawan, memiliki hutang, memiliki kekayaan,  ya… sama seperti Achmad Bakrie.

Status kepemilikan Achmad Bakrie belum tentu milik Bakrie Group. Demikian juga sebaliknya. Pada prosesnya, walau pun Bakrie Group ide Achmad Bakrie, sebagai pendiri status nya bekerja di Bakrie Group. Hak dan kewajiban ditentukan oleh Bakrie Group.

Achmad Bakrie bisa meninggal dunia karena usia, namun Bakrie Group bisa tetap hidup. Bakrie Group memiliki kehidupannya sendiri. Memiliki sistem dan kekuasaannya sendiri. Selain Achmad Bakrie, Bakrie Group bertumbuh dan memiliki pekerja lainnya. Bahkan sebagian tidak dikenal oleh Achmad Bakrie.

Bakrie Group bahkan memungkinkan hidup abadi. Selama keberadaannya masih diakui manusia. Ya, keberadaannya ada dalam dimensi pikiran manusia. Hidup berdasarkan kreatifitas manusia.

Ya, walau pun Acmad Bakrie meninggal dunia, Bakrie Group bisa tetap hidup, bahkan bisa berkonsrtibusi dalam bentuk sesuatu, atas jasa Ahmad Bakrie yang telah membuatnya ada. Termasuk menghidupi anak cucu nya.

Aburizal Bakrie adalah anak  Ahmad Bakrie. Sebagai anak, Aburizal belajar banyak dari bapaknya. Dan ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat bermanfaat bagi Bakrie Group. Maka kemudian Aburizal, bekerja juga di Bakrie Group. Dan suatu saat, Aburizal sebagai manusia, bisa saja meninggal dunia. Namun, ketahuilah Bakrie Group tetap masih bisa hidup. Tetap dapat mengangkat tenaga kerja baru.

Ya, Bakrie Group hidupnya dalam dimensi pikiran manusia. Mungkin secara hukum, keberadaannya sangat ditentukan oleh kertas berupa akta notaris yang diterbitkan oleh sebuah lembaga. Ya, lembaga yang juga sama persis keberadaannya dengan Bakrie Group. Mereka sama, sama-sama entitas imaginer yang hidupnya dalam dimensi pikiran manusia. Sebenarnya, Achmad Bakrie dan Aburizal Bakrie juga secara hukum memiliki Akta Kelahiran.

Akta Notaris dan Akta Kelahiran, bisa saja hilang, rusak, terbakar dll. Tapi, Bakrie Group, Achmad Bakrie, dan Aburizal Bakrie, tetap masih hidup. Achmad Bakrie dan Aburizal Bakrie tetap hidup tanpa Akta Kelahiran dan tetap diakui keberadaannya. Toh, jika diperlukan dapat dibuat lagi. Bakrie Group juga sama, jika Akta Notaris nya hilang atau rusak, tetap bisa hidup, tinggal diurus ke lembaga terkait.

Achmad Bakrie dan Aburizal Bakrie keberadaannya sangat tergantung oleh sosok fisiknya. Jika meninggal dunia, maka dianggap tidak ada.

Bakrie Group, kehidupannya ada dalam dimensi pikiran manusia. Kematiannya adalah ketika manusia tidak mengakuinya ada.  Bakrie Group bisa saja mati muda, ketika Achmad Bakrie mematikannya dalam dimensi pikirannya. Tapi, Achmad Bakrie memilih untuk mengasuh dan membuatnya menjadi besar dan bertumbuh menjadi raksasa perusahaan. Sekarang, Bakrie Group bahkan tidak memerlukan Achmad Bakrie untuk hidup. Bakrie Group dapat menghidupi dirinya sendiri. Dapat mengangkat dan memberhentikan karyawan nya sendiri.

Inilah, bagian dari bentuk entitas imaginer yang terbentuk melalui kreatifitas pikiran manusia.

Sama seperti dewa-dewi pada peradaban kuno, dapat memiliki kerajaan, kepemilikan lahan, rumah, bahkan pekerja-pekerja dari kalangan manusia. Tapi saat, konsep dewa-dewi mulai ditinggalkan manusia, kekuasaan dewa-dewi atas dunia dan manusia pun hilang. Kerajaan-kerajaan dibawah kekuasaan dewa-dewi sekarang menjelma dalam konsep baru. Menjelma menjadi bangsa dan negara dengan konsep baru yang saat ini hidup dalam dimensi pikiran manusia.

Apakah Indonesia benar-benar ada? Apakah Amerika, Arab, Jepang, Afganistan, India, Africa, benar-benar ada? Ya, ada! Adanya dalam dimensi pikiran manusia. Dan oleh waktu dan perubahan pikiran manusia, bisa hilang seperti kerajaan-kerajaan yang dulu juga pernah ada.

Sebagian besar kita pernah mendengar tentang entitas imaginer bernama Nusantara. Tentang dimana wilayah kekuasaannya bahkan mencakup Negara Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Singapura? Sekarang dimana dia? Kehidupannya sekarang sudah disebut mitos atau legenda. Pernah ada, namun entitasnya sekarang tidak mempunyai kuasa apa-apa. Anda bisa menghidupkannya, saat anda mampu mempengaruhi pikiran banyak manusia. Membuat deskripsi bahwa kehidupannya penting bagi anda dan manusia lainnya.

Sama, Indonesia dulu tidak ada. Ia lahir dalam pemikiran manusia yang memiliki kepentingan yang sama. Muncul dari sebuah ide, gagasan, dan kreatifitas pikiran manusia yang mampu mempengaruhi manusia lainnya.

Indonesia saat ini masih hidup dalam dimensi pikiran manusia. Memiliki energi yang mampu menggerakkan banyak manusia untuk mempertahankan keberadaannya. Termasuk mempengaruhi pikiran manusia untuk rela berkoban nyawa dan harta untuk nya. Indonesia hidup dan diakui oleh dunia.

Indonesia pernah hilang salah satu bagian dari tubuhnya, sekarang menjelma menjadi entitas baru bernama Timor Leste. Dalam dimensi pikiran manusia saat ini, Timor Leste bukan Indonesia. Timor Leste memiliki kehidupannya sendiri. Saat ini, Timor Leste memiliki energi untuk menggerakkan manusia; dalam menikmati, berkorban, dan melakukan banyak hal untuk kehidupannya.

Dan akan hidup hingga suatu saat mati dalam dimensi pikiran manusia. Demikian juga Indonesia dan bangsa-bangsa lainnya.

Demikian, sedikit gambaran tentang entitas imaginer dan kehidupannya. Hidup dalam dimensi pikiran manusia. Memiliki energi dan daya, bahkan mampu menggerakkan manusia dan segala sesuatunya.

Bersambung ke artikel

Energi dan Entitas Imaginer

1 komentar untuk “Mitos dan Entitas Imaginer Dalam Pikiran Manusia”

  1. Ping-kembali: Energi spiritual, tentang apa ini? » NEUROLISM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top