Kenapa Harus Olah Rasa Dalam Membangkitkan Kesadaran Energi

 

Pada saat anda memulai, dalam kultivasi energy, pada dasarnya energy anda telah bangkit. Telah terpicu dan bangun dari tidurnya. Energi tersebut memang sudah ada sejak kalian lahir.

Persoalannya, sistem berpikir yang selama ini telah terkungkung susah untuk di re-install. Kesadaran tentang potensi energi tersebut yang belum sepenuhnya kalian temui. Jadi cenderung tidak menyadari potensi tersebut sudah ada.

Olah rasa yang dilakukan, berfungsi agar sadar akan energi. Sadar akan keberadaan energi dengan merasakannya. Dengan begitu anda percaya bahwa memang memiliki potensi energi yang dapat digunakan untuk apa pun.

Sebenarnya, saat anda percaya tanpa merasakan keberadaan energi, energi tersebut sudah bisa difungsikan. Namun untuk membangkitkan kepercayaan tanpa rasa dan sadar keberadaan energi bukan perkara gampang.

Sebagaimana kasus salah satu client, saat di kultivasi dia langsung dapat merasakan sensasi energi. Dan, hal itu membangkitkan kepercayaannya terhadap keberadaan energi.

Namun saat proses selanjutnya, sensasi tersebut saya netralisir kembali. Sehingga sensasi tersebut hilang, saya lihat ada semacam ketidak percayaan tumbuh. Lalu client tersebut mempertanyakan, apakah energi tersebut masih ada??

“Jawabannya, energi tersebut masih ada dan tidak kemana”. Dalam hal ini proses keyakinan dan kepercayaan sangat diperlukan.

Itulah kenapa, selain hakikat, proses spiritual tetap harus melalui syariat. Ini berguna untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan terhadap diri sendiri.

SAYA BISA KATAKAN BAHWA APA YANG ANDA INGIN CAPAI. SAAT INI SUDAH TERCAPAI. SEGALA POTENSI ITU SUDAH TERBANGKITKAN DI DIRI KALIAN. PERSOALANNYA, ADALAH TENTANG BAGAIMANA KALIAN PERCAYA PADA DIRI SENDIRI.

Apa yang di cari, itu sudah ada didirikan kalian. Guru hanya membantu agar membuat murid percaya dan yakin. Hanya itu.

3 komentar untuk “Kenapa Harus Olah Rasa Dalam Membangkitkan Kesadaran Energi”

  1. Ketika tidak terasa, aku gagal mempercayai adanya kemampuan menggunakan energi yang kumiliki.
    Padahal sebenarnya, energi bergerak mengikuti niat, bukan perasaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *