about Neuroplastis Spiritual System - tehnik meditasi neurolism

Olah Rasa Tali Rasa – Neuroplastisitas

Meditasi ‘olah rasa tali rasa’ ini berasal dari laku spiritual kuno Sastra Jendra Hayudiningrat Pangruwating Diyu. Keilmuan yang disebut sebagai puncak kejawen.

Ada tiga tahapan [stage] utama ‘olah rasa tali rasa’ dlm meditasi Sastra Jendra.  Dalam system neuroplastisitas, otak adalah sebuah system yg terdiri dari kabel” halus yg sangat kompleks. Mampu berkembang (Neurogenesis) atau menumbuhkan syaraf baru. Mampu meregenerasi diri sendiri. Mampu menyusun ulang dan memfungsikan seluruh system nya hingga ke hal” tak terpikirkan .

Berbagai kemampuan tersebut dipicu oleh faktor kebutuhan dan kehendak. Dimana kemudian system syaraf berkembang untuk mewujudkannya. Neuroplastisitas juga yang memungkinkan manusia bertranformasi, berevolusi, hingga bisa ini dan itu. Baik hal sederhana maupun yang terkesan ajaib.

Ini juga rahasianya, para praktisi meditasi dan berbagai jalan spiritual puncak lainnya dalam membangkitkan potensi maksimal manusia. Tentang sebuah kekuatan kehendak yg mampu mengubah serangkaian instrumen kehidupan seorang manusia. Baik fisik maupun non fisik.

Demikian juga dengan meditasi olah rasa tali rasa. Ada sebuah kehendak yang memicu system syaraf tumbuh, berfungsi dan sensitive.

Saat berkehendak seperti olah rasa tali rasa, misalnya; Manusia secara sadar melalui pikiran menginduksi otak untuk berproses. Memicu system syaraf/neuron aktif. Memfungsikan, menyusun ulang, hingga menumbuhkan yg baru. Sehingga menjadi sensitif dan peka.

Download tutorial lengkapnya; Meditasi Sastra Jendra

[STAGE 1] OLAH RASA TALI RASA

Posisi duduk bersila senyamannya. Dan diupayakan tulang belakang tegak lurus. Fokus mengenal rasa pada tubuh dimulai dari jempol kaki hingga puncak kepala. Pada tahapan ini, kita mengkondisikan emosi dan mental dengan rasa syukur atas setiap sel yang menjadi bagian dari kehidupan.

Saat awal meditasi, kita pasti tidak bisa merasakan apa2. Hanya fokus dan memikirkan titik yg di kultivasi. Mungkin bisa dibantu dengan menyebutkan titik fokus dimaksud dalam pikiran. Seperti jempol dll.

Kondisi fokus membuat kita tenggelam dan lebih sensitive. Hal ini kemudian secara perlahan membuat system syaraf dlm tubuh terpicu untuk berfungsi. Dimulai dengan timbulnya semaca sensasi rasa tekanan hingga berbagai sensasi lain. Seperti kedutan yg intens hingga gerakan semacam energi di tubuh kita. Dan kemudian semakin menguat dan sangat nyata.

Puncaknya, saat berpikir saja, system syaraf pada tubuh langsung bereaksi memberi sensasi rasa. Gambaran nya tidak bisa dideskripsikan dlm kata. Mungkin bisa disebut semacam gelombang energi yg bergerak dari jempol kaki hingga kepala. Termasuk rasa merinding yang teramat hebat.

Kultivasi pada stage 1 ini, dalam kepercayaan Sastra Jendra dimana memulai awal dari jempo kaki mempunyai banyak fungsi. Kesadaran pada jempol kaki sangat diperlukan dalam Sastra Jendra untuk berbagai tahapan berikutnya. Ini menjadi kunci yg harus di tekan untuk menyadarkan; saat masuk dlm kondisi semacam meraga sukma atau hening mendalam.

Jempol kaki juga disebut sebagai awal dari jalur nyawa atau ruh. Dimana saat manusia baru lahir kedunia, jempol kaki dalam kondisi lurus. Dan demikian juga saat meninggal dunia.

Pada tahapan ini, kesadaran kita terhadap energy akan meningkat. Kesadaran bahwa tubuh kasar kita terdiri dari energi yang bergetar. Bergerak dan terdiri dari system syaraf yg aktif.

[STAGE 2] OLAH RASA TALI RASA

Posisi duduk bersila senyamannya. Dan diupayakan tulang belakang tegak lurus.

Pada tahapan kedua ‘olah rasa tali rasa’ Sastra Jendra; yakni mengkultivasi 9 (Sembilan) lubang tubuh tunggal pada manusia. Dimulai dari tulang ekor hingga anus dan kembali ke tulang ekor kembali.

Pada tahapan ini, selain dipercaya dapat membangkitkan energi murni, sekaligus mengkoneksi kesadaran pada kecerdasan semesta. Hubungan dengan keilahian.

Energi murni ini pada dasarnya sudah dimiliki setiap manusia sejak lahir. Dan pada moment tertentu sering muncul tanpa disengaja. Seperti ketika dalam kondisi terdesak atau ketakutan.

Mungkin berberapa pernah berpengalaman ketika dlm kondisi terdesak mampu meloncat tembok dengan ketinggian diluar jangkauan logika. Atau melakukan hal2 diluar nalar. Dalam banyak keilmuan energi tersebut sering juga di olah. Mungkin dengan nama lain. Seperti kundalini dll.

Apapun namanya, inti nya ada sebuah potensi kekuatan manusia yg tidak di sadari.

Pada sastra jendra, energi tersebut tidak diberi nama. Sehingga terlepas dari konsep system keyakinan. Baik penggunaan nya maupun efeknya.

Saat baru memulai, sama seperti tahap pertama. Dimana tidak akan merasakan apa2. Namun secara perlahan, akan timbul semacam denyutan. Dari halus hingga kemudian menjadi sangat kuat.

Dalam kultivasi 9 titik ini, kita menjadi sadar energi. Dapat merasakan dan memfungsikan energi tersebut untuk apapun. Mengalir seturut arah pikiran, sorot mata, gerakan, sentuhan dan tidak terikat ruang dan waktu. Puncaknya, bisa menyerupai legenda Si Pahit Lidah. Seucap nyata. Sakti tanpa aji-aji.

Energi tersebut juga yg sebenarnya digunakan untuk hipnosis magnetic. Sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu, energi tersebut sebenarnya sudah ada pada setiap manusia.

Namun dengan dilakukan olah rasa tali rasa, kita menyadari keberadaannya. Mengenalinya. Sehingga dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.

[STAGE 3] OLAH RASA TALI RASA

Pada tahapan ketiga dari ‘olah rasa tali rasa’ adalah membentuk tubuh eterik. Eter. Ini adalah lapisan luar tubuh kasar. Semacam medan energi dengan radius tidak terhingga sesuai ketekunan dalam mengkultivasi/mengolahnya.

Posisi duduk bersila. Tahapan ini melanjutkan kultivasi tahap ke dua. Dari tulang ekor praktisi menarik semacam garis menelusuri tulang belakang menuju puncak kepala. Kemudian turun ke mata bagian kanan lalu memutar kepala searah jarum jam ke mata kiri. Terus turun ketelinga sebelah kanan dan memutar telinga bagian kanan. Putaran ini membentuk spiral memutari tubuh. Dari telinga, hidung, pundak, ketekiak, susu, pingang, lantai memutari seluruh kaki seolah menyelubungi seluruh tubuh. Terus ke anus.

Saat awal latihan, juga tidak terasa apa2. Namun secara bertahap system syaraf berfungsi dan peka menangkap sensasi energi. Visualisasi terasa seperti ular yang melingkari tubuh. Terasa sangat nyata. Lapisan awal akan membentuk energi kedigdayaan secara otomatis. Namun dengan rutinitas, sensitifitas system syaraf menjangkau radius medan energi semakin luas. Hingga sangat jauh, berkilo meter.

System syaraf yg terkoneksi dengan medan energi (eter) memungkinkan menangkap impresi dan informasi diluar jangkauan pandangan mata. Menembus ruang dan waktu. Bentuk nya rasa. Semacam insting, firasat, hingga mampu menginduksi pikiran” dalam radius jangkauan eter tersebut.

Eter juga disebutkan berfungsi sebagai perisai (shield) diri dari berbagai serangan. Seperti energi semacam santet atau lainya.

Dari ketiga stage meditasi tersebut, sensitifitas system syaraf semakin baik. Tidak hanya kedalam diri, namun juga ke luar.

Disini lah muncul nya kesadaran kita sebagai micro cosmos. Pusat semesta. Jagad cilik. Pada praktisi yg sudah sepuh, puncak nya dikatakan kita menangkap berbagai informasi alam, bahkan waktu kematian. Pelaku kejawen sering mengolah kemampuan ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top