Berspiritual Dalam Dan Luar Diri

Pertanyaan yang harus dijawab sebelum melangkah terlalu jauh. Apa yang sebenarnya engkau cari? Apa yang sebenarnya manusia cari? Saya memberi pertanyaan saya akan memberi jawaban.

Apa saja yang engkau lakukan di dunia ini, pada dasarnya hanya untuk satu tujuan.  BAHAGIA!!…

Kamu bisa jadi penjahat atau orang baik-baik, tujuannya tetap ingin bahagia. Bisa berjibaku melakukan banyak hal atau berkorban sesuatu, intinya tetap ingin berbahagia. Kamu kadang, berkorban untuk cinta, mengejar cinta atau meninggalkan cinta, juga untuk bahagia.

Kamu ingin punya istri, anak, pacar, selingkuhan, harta, tahta, kesuksesan, popularitas, hingga ini dan itu; Pasti, sekali lagi pasti!!… Karena kamu berpikir itu yang bisa bikin BAHAGIA.

So, you know already that, bahagia adalah yang kau cari, kejar, dan bayar. Bahkan lakukan dari cara halus hingga kasar. Dari meminta, memohon hingga mengemis. Dari cara sederhana sampai melakukan hal-hal gila.

Kamu beragama, taat, setiap saat pada dasarnya untuk memastikan bahwa kamu bahagia baik-baik saja, bahkan setelah kehidupan ini.

Tapi kenyataannya, tidak pernah cukup daya dan upaya yang bisa memastikan – kamu bisa memiliki bahagia dalam kehidupan mu.

Okay… Kamu bisa saja menjadi seorang bintang. Tapi lihatlah diluar sana, ada banyak bintang-bintang yang mati sebelum waktunya. Depresi, menderita, tersenyum dalam tangisan, mengutuk, hingga membunuh dirinya sendiri. Karena ternyata bahagia tidak ada disana!!…

Baik lah, kamu berpikir bisa dengan membayar atau berkorban sesuatu. Tapi, ketahuilah; Uang kamu bisa saja habis, gagah mu, cantik mu, muda mu, bisa tergerus oleh waktu. Bahkan pengorbanan mu bisa saja tidak diperlukan lagi. Lalu bahagia apa itu namanya BRAY?!!…

Oh Bray.. dimana kamu akan mencari bahagia itu?, Jika bumi dan bintang-bintang pun tak mampu membuat & memberi mu bahagia.

ORAIT!!… Kebahagian itu itu sebuah keputusan. Dan diciptakan. Tidak perlu menunggu semuanya menjadi baik dan sempurna. Kita tidak mungkin bisa merubah dunia. Tapi kita bisa merubah diri kita tentang bagaimana melihat dunia.

Panas matahari – nya boleh sama. Tapi bisa kamu ciptakan dengan sensasi yang berbeda.

Lupakah kamu bagaimana bahagianya kamu saat masih bocah bermain ditengah terik matahari itu. Tentang bagaimana kamu bahkan tidak peduli dengan debu yang beterbangan dengan keringat bercucuran. Kamu bisa bahagia dengan itu semua… Dengan teman-teman mu yang juga merasa begitu.

Bray… Ketahuia lah matahari nya tidak pernah berubah. Itu tetap matahari yang sama. Matahari yang dulu waktu kamu masih bocah. Tapi mungkin saat ini sensasinya sudah berbeda. Panasnya bahkan telah kamu gambarkan seperti api neraka yang ingin membakar batok kepala mu. Seperti ingin melelehkan otak mu yang rumit itu.

Yah.. semua hanya tentang sensasi. Sensasi yang diciptakan oleh pikiran kamu sendiri. Keputusan mu untuk bahagia, tentu akan memberi sensasi yang berbeda. Tidak perlu pakai rumus yang ribet dan njilmet dengan berbagai lapisannya. Kebahagian itu adalah sebuah keputusan dan pilihan. Tidak pula perlu menunggu kamu siap atau tidak siap. Tidak percaya? COBA SAJA…

KEBAHAGIAAN ITU DICIPTAKAN – diputuskan oleh kesadaran, dilakukan oleh pikiran yg menginduksi otak untuk mewujudkan-nya menjadi kondisi emosi dan mental. Neuron mu yang berupa kabel-kabel halus itu memancarkan impuls listrik, memicu segenap organ tubuhmu untuk memproduksi sesuatu. Semacam hormon sehingga tercipta rasa.

Latar belakang pemenuhan kehendak dasar manusia ini, maka dicari cara untuk mencapainya. Termasuk berspiritual.

Ada dua hal yang dipikirkan dalam berspiritual. Pertama; yang berhubungan dengan diri sendiri dan yang kedua; sesuatu yang diluar diri. Kedua hal yang dipikirkan ini, bertujuan untuk membawa diri sendiri menjadi lebih sehat lahir dan bathin. Ini saja dulu. Bukan yang lainya!

Dalam hal ini, saya tidak akan mengajak anda untuk berpikir hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang diluar jangkauan diri sendiri. Seperti; hidup sebelum kehidupan saat ini dan hidup setelah kehidupan saat ini. Ada bahaya besar yang berkemungkinan besar membuat anda sakit jiwa. Serem kan? Ini akan menjadi penjelasan secara terpisah.

Saya telah berupaya kuat untuk menghindar dari berbagai pertentangan dengan sistem keyakinan yang telah mengakar kuat ditengah manusia. Namun, pengungkapan fakta-fakta secara otomatis akan menelanjangi kebohongan. Walau pun itu bukan tujuan, tapi hukumnya pasti.

Untuk berspiritual dalam diri sendiri, saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa; Kesadaran tentang selain tubuh fisik kita juga mempunyai sesuatu yang ada. Ya sesuatu ada, namun tidak bisa dijamah, dipegang, disentuh secara fisik. Tapi kita tahu persis tentang keberadaannya. Maka, kesadaran tentang ini membuat kita secara otomatis telah berspiritual.

Disadari atau tidak disadari, kita memang mahluk spiritual. Mau pakai istilah spiritual atau tidak, itu pun bukan persoalan. Yang penting kita sadar, tentang keberadaan sesuatu yang ada selain tubuh fisik kita.

Sesuatu yang ada tersebut, sangat mempengaruhi keberadaan tubuh fisik kita. Sangat mempengaruhi kehidupan kita secara utuh. Pikiran dan kesadaran ini juga yang telah membawa kita ke titik saat ini. Kita bisa dinyatakan hidup karena adanya ketiga komponen sebagai mana saya sebutkan diatas. Adanya tubuh fisik dan spirit.

Ketiga komponen teresebut, bukan sesuatu yang terpisah. Melainkan satu-kesatuan yang membentuk sebuah sistem. Berproses saling berkaitan. Disadari atau tidak disadari, kehidupan kita sendiri telah membentuk sesuatu yang kita rasakan dalam kehidupan saat ini.

Jadi setiap proses yang kita lalui dalam waktu, akan secara otomatis membentuk sesuatu yang kita rasakan. Suatu dimensi dalam pikiran kita. Dunia yang dianggap realitas, rasanya akan sangat tergantung bagaimana dimensi pikiran kita mengasumsikannya.

Artinya, kita bisa saja berada dalam dunia yang sama bernama bumi. Tapi rasa dan sensasinya tidak akan benar-benar sama pada setiap orang. Sangat tergantung dengan spirit dalam mengasumsikannya. Lalu, sistem syaraf akan memunculkan sebuah kondisi yang bisa sebut rasa. Setiap fenomena, situasi, kondisi, yang dianggap realitas akan dimaknai dengan cara berbeda oleh masing-masing manusia.

Kesadaran bahwa kehidupan realitas sangat tergantung dengan asumsi spirit, membuat manusia terpicu untuk mengelola, membenahi, mengatur, dan memprogram ulang spiritnya. Karena spirit sendiri terbentuk melalui proses kehidupan. Maka, hukumnya otomatis secara sadar kita dapat membentuknya sesuai dengan keinginan kita. Membentuk rasa baru dalam bereaksi terhadap realitas dunia. Terhadap situasi, kondisi dan fenomena.

Rasa baru dalam bereaksi terhadap dunia realitas, memungkinkan manusia bisa hidup sesuai dengan idealis pribadi masing-masing diri. Mampu membuat manusia lebih baik, sehat lahir dan bathin. Mampu membawa diri menuju sesuatu yang ingin dicapai. Mampu mengeksplorasi potensi-potensi maksimalnya. Mampu mempengaruhi kehidupan sendiri untuk lebih baik. Mampu melakukan hal-hal yang bahkan belum terpikirkan oleh manusia sebelumnya. Intinya adalah kemampuan menciptakan kebutuhan dasar manusia untuk bahagia! Bersambung..

__// Tulisan ini bagian dari buku Neurolism

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top