Rahasia meraga sukma dan tehniknya

Rahasia meraga sukma dan tehniknya

Apa itu meraga sukma? Dan bagaimana caranya? Fenomena ‘meraga sukma’ sering dibicarakan banyak orang. Khususnya dalam dunia supranatural. Beberapa menyebutnya sebagai salah satu keilmuan tingkat tinggi untuk masuk ke dimensi lain (ghaib).

Artikel ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan meraga sukma. Baik yang berkenaan dengan sistem keyakinan, maupun dilihat dari pendekatan secara ilmiah. Termasuk manfaat dan potensi negatif yang ditimbulkan.  

Meraga Sukma Dalam Sistem Keyakinan

Menurut sistem keyakinan yang berkembang di masyarakat, meraga suka adalah aktivitas semacam pelepasan sukma/ruh. Dalam hal ini, sukma/ruh keluar dari tubuh fisik. Dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu. Kemampuan pelepasan tersebut dilakukan dengan tehnik khusus. Yang akan dijelaskan dalam artikel ini. Dari berbagai versi.  

Meraga sukma dalam sistem keyakinan, digambarkan sebagai sebuah kondisi terpisahnya antara tubuh fisik dan sukma/ruh manusia. Tapi tidak seperti orang mati. Dimana tubuh fisik dalam kondisi tertidur. Proses meraga sukma bersifat sementara. Dalam kurun waktu tertentu. Dan sukma/ruh pelaku dapat kembali ketubuh fisiknya ketika sudah dianggap selesai.

Keluarnya ruh/sukma dari tubuh dilakukan untuk kepentingan tertentu. Seperti diantaranya memasuki dimensi alam ghaib tadi. Memasuki dimensi bangsa jin, siluman, alam barzah (alam manusia yang sudah meninggal). Atau ketempat tertentu di dimensi dunia.

Ke ilmuan meraga sukma banyak digunakan oleh pelaku untuk melakukan semacam perjalanan spiritual. Ada banyak istilah yang digunakan untuk fenomena tersebut. Seperti; ragasukma, ngrogo sukmo, dan rogo sukmo. Secara global meraga sukma dikenal dengan sebutan astral projection (proyeksi astral).

Ceritat tentang meraga sukma

Di Indonesia, meraga sukma banyak berkembang dalam keilmuan spiritual Jawa kuno. Menjadi semacam tradisi. Disebut kejawen. Biasanya, untuk mencapai kemampuan meraga sukma, pelaku melakukan semacam ritual khusus. Salah satunya latihan meditasi.

Dalam tradisi kejawen, meraga sukam bertujuan untuk menjumpai sedulur papat (saudar empat) dan kelima pancer. Sedulur papat kelima pancer ini, disebut sebagai entitas yang hidup di dimensi astral. Eksistensinya, muncul berbarengan dengan lahirnya manusia. Menjadi bagian dari kehidupan yang berfungsi sebagai ruh pembimbing/penjaga. Bahkan jika terkoneksi dengan baik dengan kemampuan khusus, bisa diajak komunikasi.   

Meraga sukma disebut sebagai ilmu tingkat tinggi. Seseorang yang mampu melakukannya, akan memiliki kesaktian.

Dalam legenda Jawa tokoh yang diceritakan menguasai ilmu tersebut banyak. Diantaranya yakni Sunan Kalijaga. Dan muridnya Ki Ageng Selo. Inilah yang kemudian membuat Ki Ageng Selo memiliki kemampuan tingkat tinggi berupa menaklukkan petir. Dan ada banyak cerita lain, terkait dengan meraga sukma.

Potensi Resiko Ilmu Meraga Sukma

Meraga sukma dikatakan sebagai ilmu tingkat tinggi. Dimana memungkinkan manusia dapat menggali potensi maksimal manusia. Baik kesaktian dan ilmu ghaib. Namun, disisi lain, juga memiliki resiko tinggi. Sehingga, untuk yang tertarik harus terlebih dahulu mendapat bimbingan dari guru-guru yang memiliki kemampuan teruji.

Salah satu resiko terbesar dari ilmu meraga sukma adalah gila. Hal ini terjadi, menurut sistem keyakinan karena sukma yang bersangkutan tertahan atau tersesat di dimensi astral. Namun, bagi pelaku yang telah mendapat bimbingan khusus, resiko tersebut dapat diminimalisir.

Tehnik & Cara Meraga Sukma

Ada banyak tehnik dan cara meraga sukma. Anda yang terbiasa berlatih meditasi, biasanya lebih cepat mencapai kondisi semedhi. Apa itu perbedaan meditasi dan semedhi? Anda dapat baca artikel; Meditasi Dan Pengertiannya

Semedhi adalah kondisi gelombang otak rendah. Hal ini dicapai saat manusia dalam kondisi fokus atau khusuk. Makanya, orang yang terbiasa meditasi dapat mengalami fenomena yang digambarkan dalam keilmuan meraga sukma.

Kondisi gelombang otak rendah juga terjadi saat manusia dalam kondisi hipnosis. Kondisi hipnosis ini disebut trance. Anda dapat baca artikel tentang kondisi trance pada artikel; Trance dan defenisinya. Makanya, orang yang dalam kondisi hipnosis dapat pula mengalami fenomena yang digambarkan ketika orang meraga sukma.

Berikut adalah tehnik meraga sukma secara konvensional. Tehnik yang dikenal luas masyarakat!

Tehnik Meraga Sukma Tradisonal

Secara tradisional ada banyak tehnik yang berkembang. Namun secara garis besarnya, saya menggambarkan melalui tradisi kejawen.

Sebelum melakukan aktivitas meraga sukma, biasanya pelaku akan diberi wejangan tentang apa itu meraga sukma. Ini penting, agar saat proses berlangsung pelaku sudah mendapat gambaran. Baik cara masuk kondisi meraga sukma, maupun untuk kembali secara sempurna.

Selain itu, biasanya sebelum memasuki proses meraga sukma, pelaku melakukan serangkaian ritual. Seperti puasa mutih, mensucikan tubuh fisik dan pikiran, hingga pati geni. Pati geni adalah ritual dimana pelaku berada dalam ruangan tanpa cahaya sama sekali. Dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Saat dalam proses pati geni, pelaku dapat meditasi hingga ke titik semadhi. Disini, potensi meraga sukma dapat terjadi.

Meraga Sukma Melalui Self Hipnosis

Ini adalah tehnik Meraga Sukma sederhana. Intinya adalah anda dapat melakukan tehnik self hipno. Hingga masuk dalam kondisi trance.

VISUALISASI: Langkah awal untuk persiapan, anda sebaiknya melakukan relaksasi. Dengan cara menarik dan menghembuskan nafas panjang beberapa kali. Hingga tubuh fisik terasa nyaman.

Teknik meraga sukma lewat visualiasi ini, anda dapat lakukan dengan cara berbaring. Caranya, visualisasikan atau bayangkan senyata mungkin ruh anda keluar dari tubuh fisik. Bayangkan, ruh tersebut seperti tubuh halus yang bergerak pelan keluar dari tubuh fisik. Seperti ulat yang keluar dari kepompong.

Visualisasi tersebut dilakukan secara detail dan nyata. Bayangkan bahwa diri anda, sejatinya adalah tubuh halus yang berada dalam tubuh fisik. Lalu, visualisasikan juga kondisi di sekeliling. Mungkin seperti tempat tidur, meja, lemari, tembok, dan lainnya. Anda bisa memvisualisasikan cermin, lalu melihat bayangan anda dicermin.

Perlu diketahui, visualiasi dan menghayal itu berbeda. Saat menghayal gambaran dapat muncul secara acak atau random. Dan yang muncul pun bisa hal-hal diluar logika. Sementara visualisasi disini, anda berupaya memunculkan gambaran secara nyata dan detail. Sesuatu yang muncul harus benar-benar wajar. Jika bayangan tidak riil, dikhawatirkan anda tertidur dan malah bermimpi. Bukan secara sadar mengalami fenomena yang disebut meraga sukma. Meraga sukma, sama persis dengan tehnik lucid dreams. Mengalami fenomena mimpi namun dalam kondisi sadar. Dimana yang bersangkutan dapat mengendalikan mimpinya.  

Meraga Sukma Tehnik Self Suggestion

Bagi anda yang tipe sugestif, tehnik self hipno adalah cara cepat untuk merasakan fenomena meraga sukma.

Secara global manusia terbagi dalam 3 tipe sugestivitas (sesuai statistik dunia); Tipe sangat Sugestif 10%, moderat (sedang) 85%, dan sulit dipengaruhi 5%.

Jika anda masuk dalam tipe sugestivitas tinggi, maka secara otomatis dapat lebih cepat mengalami fenomena meraga sukma. Untuk caranya, ada begitu banyak tehnik self hipno, anda dapat mencobanya. Saat trance, anda dapat meraga sukma.

Meraga Sukma ala Pendeta Tibet.

Konon, para pendeta di tibet banyak melakukan cara ini. Yakni meregangkan secara bergantian otot tubuh fisik. Caranya, kejangkan otot tangan beberapa kali, terus lengan, perut, dada dan punggung hingga ke kaki. Namun untuk otot kepala dan leher, jangan dikejangkan. Lakuan secara perlahan dengan khusuk.

Aktivitas ini, memungkinkan terjadinya rangsangan pada otak untuk tetap sadar penuh. Dimana kemudian tubuh fisik tertidur. Hingga mengalami fenomena meraga sukma.

Tehnik Meraga Sukma Dengan Pengalihan Pikiran

Pola ini tidak jauh beda dengan tehnik Pendeta Tibet. Yakni upaya untuk tetap menjaga kesadaran sementara tubuh fisik tertidur. Namun dengan cara melakukan aktivitas pikiran. Pikiran terus menerus dialihkan agar tetap sadar. Saat mulai merasa kantuk, langsung alihkan pikiran agar tetap terjaga. Seperti mengalihkannya dengan mengerakkan jari berulang-ulang.

Meraga sukma dengan bantuan profesional

Ini adalah cara paling praktis. Para praktisi hipnosis dapat membimbing anda untuk masuk dalam kondisi trance yang memungkinkan mengalami fenomena meraga sukma.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan antara fenomena trance dalam kondisi hipnosis dan meraga sukma. Untuk memahami pendapat ini, anda dapat membaca pola-pola hipnosis pada artikel; hipnosis dalam kehidupan manusia.

Intinya, saat manusia memasuki kondisi trance, hanya perlu di sugesti yang mengarah pada sensasi meraga sukma. Anda dapat baca artikel berjudul; Astral Travel; Bagaimana Cara Ketemu Diri Sendiri.

Dalam tradisi, memang tidak disebut bahwa itu hipnosis. Namun, pola dari rangkaian ritual merupakan pola yang secara tidak sadar bekerja sebagai sugesti. Membentuk semacam alur dibawah sadar. Dimana saat mencapai kondisi trance, muncul dalam bentuk visual. Visual tersebut disebut fenomena meraga sukma.   

Bersambung;

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *